Catatan Ricky Pramudya

Catatan dan pendapat seorang Blogger, bukan Hacker atau Cracker
21 Juli 2008

Membeli waktu satu jam

Mungkin sudah banyak yang membaca cerita ini. Tapi bagi saya, cerita ini sangat mendalam. Saya suka sekali dengan cerita ini sejak pertama saya membaca di ESQ dan benar-benar sangat terkesan dan membaca berulang-ulang kali.

Pada suatu hari, seorang laki-laki pulang dari bekerja larut malam. Hari itu sangat melelahkan baginya. Sesampainya dirumah ia mendapati anaknya yang berusia 5 tahun sudah menunggunya di depan pintu rumah.

Anak: “Ayah, boleh aku bertanya?”
Ayah: “yeah, boleh, ada apa?” jawab sang ayah.
Anak: “Ayah, berapa gaji ayah dalam satu jam?”
Ayah: “Bukan urusan mu.. ngapain kamu nanya-nanya hal begitu??” jawab sang ayah dengan marah.
Anak: ” Aku cuma pengen tahu ayah… tolonglah ayah, beritahu aku, berapa penghasilan ayah dalam sejam?” tanya si anak dengan memelas
Ayah: “baiklah, jika kamu emang pengen tahu, gaji ayah mu ini Cuma Rp.30.000 sejam.. puas?” jawab si ayah dengan ketus.
Anak: ” Oh…” ujar si anak sambil menundukkan kepala… kemudian ia kembali bertanya
Anak: “ayah, boleh nggak aku minta Rp.15.000?” tanya si anak dengan ragu-ragu..

Begitu mendengar pertanyaan terakhir anaknya, kekesalan sang ayah langsung memuncak…. Pada saat itu juga sang ayah langsung berkata: “oh.. jadi kamu nanya gaji ayah berapa Cuma mau minta uang untuk beli mainan2 ga penting atau barang2 ga berguna lain ya? Kalau begitu sekarang kamu cepat masuk ke kamar mu dan TIDUR… kau tau sekarang jam berapa HAH? Mikir dong… ayah kerja keras tiap hari untuk kamu dan mama mu, tapi kamu egois sekali… kelakuanmu sungguh memalukan” .

Dengan wajah sedih dan kepala menunduk si anak segera menuju ke kamarnya tanpa berkata-kata. . terlihat jelas bahwa ia sangat sedih mendengarkan perkataan ayahnya… ia segera masuk kedalam kamarnya dan menutup pintu dengan perlahan.

Sang ayah lalu duduk di kursi dan tanpa sengaja kembali memikirkan permintaan anaknya barusan ditengah malam buta seperti saat itu. Dalam pikirannya ia sangat kesal dan tak habis pikir kok teganya anak yang disayanginya itu malah menanyakan uang disaat ia baru saja pulang dan capek setelah bekerja keras seharian.

Setelah beberapa jam berlalu, sang ayah mulai tenang, dan ia bisa berpikir sedikit lebih jernih. Ia kemudian berpikir: “yah, namanya juga anak-anak… atau mungkin saja anak ku memang membutuhkan uang Rp.15.000 itu untuk membeli sesuatu yang sangat penting baginya. Lagi pula, anak ku itu tidak terlalu sering minta uang kok… ia juga bukan anak yang suka konsumtif.” Lalu sang ayah segera menuju kekamar anaknya, lalu membuka pintu kamar anaknya itu.

“kamu udah tidur sayang?” tanya sang ayah.
“belum ayah”, jawab anaknya dengan suara agak terbata-bata.
“Ayah udah berpikir, mungkin tadi ayah terlalu keras” kata sang ayah.
“Hari ini sangat melelahkan buat ayah, ayah minta maaf telah melampiaskan kekesalan ayah padamu. Ini, Rp.15.000 yang kamu minta tadi” kata sang ayah dengan nada lembut.
Si anak seketika itu juga langsung berdiri dan tersenyum. “OH… terima kasih ayah… ” ujar anaknya dengan riang.

Kemudian, ia merogoh kebawah bantalnya dan mengeluarkan setumpuk uang kertas yang sudah lusuh. Si anak kemudian mulai menyusun dan merapikan uang yang dimilikinya itu diatas kasur.

Ketika sang ayah melihat ternyata anaknya sudah punya uang dalam jumlah yang cukup banyak, ia kembali marah dan kesal.
“Untuk apa kamu minta uang lagi kalau kamu udah punya uang sebanyak itu?” tanya sang ayah dengan nada tinggi.

“Soalnya sebelum ayah kasih, uangnya nggak cukup ayah…” jawab sang anak.
“Tapi sekarang aku udah punya uang yang cukup”, kata si anak kemudian.
“Ayah, sekarang aku sudah punya Rp.30.000.. boleh nggak aku membeli waktu ayah satu jam saja…?” tanya anaknya dengan nada sungguh-sungguh dan polos..
“Aku mau makan malam bareng sama ayah dan mama… besok ayah pulang cepat ya…” ujar si anak dengan sungguh-sungguh… matanya menatap polos pada sang ayah yang diam terpaku dihadapannya.

Mendengar perkataan anaknya, sang ayah langsung terenyuh dan menangis.. ia lalu segera merangkul anak yang disayanginya itu sambil menangis dan minta maaf pada sang anak..

“Maafkan ayah sayang…” ujar sang ayah.
“Ayah telah khilaf, selama ini ayah lupa untuk apa ayah bekerja keras…maafkan ayah anakku…” kata sang ayah ditengah suara tangisnya. Si anak hanya diam membisu dalam dekapan sang ayah…

Cerita ini hanyalah untuk mengingatkan kita semua yang selalu bekerja keras dalam hidup ini. Janganlah kita membiarkan waktu berlalu begitu saja tanpa kita sempat menikmati waktu yang sangat berharga tersebut bersama orang-orang yang sangat kita sayangi dan sangat berarti dalam hidup kita. Ingatlah untuk selalu berusaha menyisihkan waktu seharga Rp. 30.000,- untuk orang-orang yang Anda cintai dan sayangi. Jika kita meninggal besok, perusahaan tempat kita bekerja dapat dengan mudah mengganti orang yang menempati posisi kita hanya dalam hitungan hari.. Tapi, keluarga dan orang dekat tercinta yang kita tinggalkan akan merasakan kehilangan itu sepanjang hidupnya… Bila kita memikirkannya, kenapa kita masih saja mencurahkan seluruh hidup kita hanya untuk bekerja ???

Dari cerita ini saya sangat bersyukur. Waktu yang terlalu banyak saya habiskan diluar rumah demi keluarga, tidak membuat anak saya Rafi kehilangan Ayahnya. Saya menyempatkan waktu sepulang bekerja walau jam 21′an untuk mengajak main, entah itu bermain mobil-mobilan atau apapun. Biasanya jam 23′an ia lapar dan meminta saya untuk memasak mie goreng pake telor. Ia minta didudukkan diatas meja cuci piring untuk memperhatikan saya masak. Dan makan dengan lahapnya.

Satu yang membuat saya bahagia. Ia selalu tertidur untuk memeluk saya, walau ketika ia terlelap saya menciumnya dan membuka laptop untuk bekerja membuat website. Alhamdullilah Ya Allah karena anak’ku begitu sayang pada’ku dan besok pagi saya akan mengantarnya ke warung terdekat untuk beli susu botol kesukaannya.

Share/Save/Bookmark

21 Juli 2008

Perbedaan GPS dan A-GPS

Global Positioning System (GPS) menyediakan informasi posisi secara terus menerus di berbagai tempat di bumi. Karena GPS dapat diakses oleh sejumlah orang yang tidak terbatas, maka GPS adalah sebuah sistem yang pasif. Oleh karena itu, orang hanya dapat menerima sinyal satelit dengan bantuan GPS receiver.

Sedangkan Assisted GPS (A-GPS) mendapatkan bantuan dari base station dalam penentuan posisi. Sehingga receiver GPS dapat memproses lebih cepat, akurat, dan efisien.

Apakah A-GPS? Assisted Global Positioning System (A-GPS) membantu perangkat mobile Anda dalam menemukan satelit. Saat menggunakan A-GPS, perangkat mobile Anda menerima informasi satelit yang berguna dari server data bantuan melalui jaringan seluler. Apabila perangkat mobile Anda tidak menerima data bantuan, A-GPS akan mendeteksi satelit yang ada. Dengan data bantuan perangkat mobile Anda dapat mendeteksi set satelit yang layak didengarkan, yang mana, satelit pada sisi planet yang sama dengan perangkat mobile Anda. A-GPS mempercepat penghitungan lokasi yang ditandai.

A-GPS adalah layanan jaringan. Digunakan secara default pada perangkat mobile yang mendukung A-GPS, apabila tidak ada pengaturan A-GPS khusus service provider yang ada.

A-GPS tersedia di seluruh negara dan tidak tergantung pada layanan operator khusus.

Apa manfaat dan keuntungan dari A-GPS? A-GPS didesain untuk mengaktifkan perangkat mobile untuk menangkap sinyal satellite lebih cepat dan dapat dipercaya daripada dengan GPS standalone. Sebagai contoh, positioning diperoleh lebih cepat dalam keadaan cold-start, yang mana, apabila koneksi GPS telah dimatikan dalam waktu lama, atau apabila pengguna telah melakukan perjalanan ke negara lain. Dengan A-GPS, waktu perkiraan untuk membangun koneksi GPS menurun secara signifikan. Karena memerlukan beberapa saat bagi perangkat mobile untuk menggunakan GPS untuk membangun koneksi GPS dalam keadaan cold-start, A-GPS mengurangi waktu yang diperlukan umumnya menjadi puluhan detik. Sebagai tambahan, A-GPS mengurangi waktu yang diperlukan perangkat mobile untuk menemukan posisi saat ini, dikenal sebagai ‘Time To First Fix’ (TTFF), untuk sebagian besar lokasi geografis dunia.

GPS mempunyai beberapa batasan yang juga diterapkan pada A-GPS. Sebagai contoh, keberadaan dan kualitas sinyal dipengaruhi oleh bangunan, gangguan alam, kondisi cuaca, dan lokasi pengguna. Apabila Anda berada dalam ruangan, pindah ke luar ruangan yang terbuka. Pastikan juga bahwa tangan Anda tidak menutupi penerima GPS, yang terdapat di bawah perangkat mobile Anda.

Jaringan seluler dan koneksi data apa yang digunakan untuk A-GPS? A-GPS menggunakan koneksi jaringan seluler 3G dan 2G dan koneksi data paket GPRS dan EGPRS. Anda juga harus mempunyai titik akses internet yang ditetapkan pada perangkat mobile kompatibel Anda. Titik akses LAN Nirkabel (WLAN) tidak lagi didukung saat menggunakan A-GPS.

Di mana saya dapat menggunakan A-GPS? A-GPS memungkinkan worldwide, selama Anda mempunyai akses ke jaringan seluler dan koneksi data. Andaj uga dapat menggunakan layanan selain jaringan home Anda (saat roaming). A-GPS tidak tergantung pada layanan operator khusus.

Berapa biaya A-GPS? Mendownload data bantuan melibatkan transmisi sejumlah data melalui jaringan service provider Anda. Umumnya mendapatkan koneksi GPS dengan A-GPS memerlukan kurang dari 10kB data yang harus ditransfer.Semua biaya transmisi data dibayar oleh pengguna. Selain jaringan seluler home Anda, yang mana, saat roaming, biaya dapat berbeda-beda.

Share/Save/Bookmark

18 Juli 2008

Sirkuit Residence 18 Juli 2008

Hari ini coba pantau Sirkuit Residence disekitar rumah contoh, sekalian test video pada handphone. Perkembangan per 18 Juli 2008 adalah ;

Share/Save/Bookmark